Marvel Cinematic Universe
(MCU) bisa dianggap sebagai pencapaian fantastis dalam sejarah sinema.
Satu hal yang tidak mudah merangkai film demi film menjadi satu
kontinuitas besar dengan pengembangan masalah dan konflik yang lebih
luas. Tidak hanya layar lebar namun juga hingga serial televisi. Marvel
Studios sejauh ini telah melakukan tugasnya dengan gemilang namun dengan
semakin banyak munculnya karakter baru dan sekuel demi sekuel tidakkah
ini akan membunuh MCU sendiri? Kisah yang demikian kompleks mengikat
belasan bahkan kelak puluhan karakter superhero dalam satu rantai
naratif, pertanyaan besarnya, sampai kapan Marvel Studios mampu menjaga
keseimbangan cerita?
Marvel Studios menggunakan fase atau tahapan dalam membangun MCU dan ada tiga fase yang direncanakan. Fase pertama adalah Iron Man (2008), The Incredible Hulk (2008), Iron Man 2 (2010), Thor (2011), Captain America: First Avenger (2011), dan Marvel’s The Avengers (2012). Empat kisah perdana superhero ditampilkan disini, Iron Man
mendapat satu sekuel karena Tony Stark adalah satu karakter terpenting
pada fase ini dalam membangun MCU selain SHIELD. Semua superhero
tersebut memiliki latar belakang yang unik dan memiliki masalahnya
masing-masing. Black Widow telah muncul di Iron Man 2 dan Hawkeye muncul di Thor, namun kita belum melihat sebuah kontinuitas yang cukup kompleks hingga Marvel’s Avengers merubah segalanya.
Baru kali ini publik dapat melihat beragam karakter superhero besar berkumpul dalam satu film. Publik menggila dan Marvel’s The Avengers
meraih pendapatan kotor hingga lebih dari US$1.5 milyar! Naskahnya
dengan brilyan mampu merangkai enam karakter superhero unik tersebut
secara seimbang plus bumbu selera humor yang tinggi. Sekuen aksi tak
perlu dibahas disini karena apalagi yang mau ditawarkan genre superhero
selain aksi dan efek visual. Marvel’s The Avengers melakukan segalanya dengan sempurna dan publik meresponnya dengan sangat baik.
Situasi semakin kompleks dalam fase kedua MCU. Fase Kedua diawali oleh Iron Man 3 (2013), Thor: The Dark World (2013), Captain America: The Winter Soldier (2014), Guardians of The Galaxy (2014), Avengers: Age of Ultron (2015), dan Ant-Man (2015). Ant-Man baru akan rilis bulan Juli ini. Kita kesampingkan dulu Guardians dan Ant-Man.
Pola yang sama digunakan Marvel seperti fase pertama, Iron Man, Thor,
dan Captain America masing-masing mendapat satu sekuel sebelum semuanya
berkumpul dalam Ultron. Marvel berhasil menetapkan standar baru genre superhero dan meletakkan batasan yang sangat tinggi. Kecuali Thor 2, Iron Man 3 dan Captain America 2 membuat warna baru dalam MCU. Iron Man 3 adalah cikal bakal plot Ultron dan Captain America 2 bicara tentang keruntuhan SHIELD. Semuanya ini yang membuat Ultron menjadi berbeda dengan Avengers dan kembali genre superhero memasuki wilayah baru yang belum pernah dicapai sebelumnya. Beberapa superhero baru muncul, Quick Silver, Scarlett Witch, dan Vision. Seperti halnya Avengers, naskahnya masih mampu menjaga keseimbangan tiap tokohnya namun problem muncul dalam kompleksitas cerita.






0 komentar:
Posting Komentar